Filed under: Uncategorized
Pada tanggal 16 Juni 2010, telah terjadi serangkaian gempa Bumi di wilaya peairan Biak-Papua. BMKG melaporkan rangkaian gempa ini di awali oleh sebuah gempa berkekuatan 6.2 SR pada pukul 10:06:01 WIB dan terus berlanjut hingga saat ini (17 Juni 2010). Gempa dengan kekuatan terbesar yang dilaporkan oleh BMKG tercatat memiliki magnitude 7.1 SR dan terjadi pada pukul 10:16:28 WIB dengan kedalaman 10 km, hanya berselang beberapa menit dari gempa pertama. Sementara USGS melansir gempa terbesar dari rangkaian kejadian ini berkekuatan 7.0 Mw dengan kedalaman pusat gempa 28.8 km
| Waktu | Lokasi | Magnitude | Kedalaman | Wilayah | ||
| 13:10:45 WIB | 1.88 LS – 136.35 BT | 5.0 SR | 10 km |
BIAK – PAPUA |
||
| 10:58:08 WIB | 2.18 LS – 136.63 BT | 6.6 SR | 10 km | |||
| 10:38:13 WIB | 2.37 LS – 136.66 BT | 5.3 SR | 10 km | |||
| 10:16:28 WIB | 2.17 LS – 136.59 BT | 7.1 SR | 10 km | |||
| 10:06:01 WIB | 2.03 LS – 136.67 BT | 6.2 SR | 10 km |
sumber : BMKG
Berdasarkan data terakhir yang diperoleh Antara Jayapura hingga Kamis (17/6/2010), gempa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal, yaitu Rian (5) dan Damaria (45), serta dua orang luka berat, Rosalina (65) dan Barangkea (58). Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura Sudaryono sebelumnya mengatakan, sedikitnya terdapat delapan kali gempa susulan dan kebakaran di enam lokasi berbeda di Serui. Beliau juga mengatakan bahwa kebakaran di enam lokasi itu termasuk kantor PLN Serui, sebuah rumah roboh di kawasan kelapa dua Kampung Warari, dan kantor RRI retak. Selain itu, masih banyak perumahan warga lainnya yang juga retak (kompas.com, 2010). Antara juga melansir sembilan kampung di wilayah distrik Yapen Selatan, Kabupaten Yapen Kepulauan, Papua, rusak parah akibat guncangan gempa bumi tektonik 7,1 skala richter Rabu kemarin (16/60 pukul 12:16 WIT).
gempa dengan mekanisme semacam ini (subduksi) pernah menyebabkan tsunami di biak pada 1996.
